Pages

Sunday, June 8, 2008

Ijabah Doa: Khayal ingin segera, Nurani ingin ditunda

Rasulullah saw bersabda:
“Berdoalah kepada Allah, dan kalian meyakini ijabah-Nya.”(kitab ‘Uddatud da’i)

Rasulullah saw bersabda dalam hadis qudsi:
“Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku, maka janganlah ia berprasangka pada-Ku kecuali kebaikan.”

Maksud dari dua hadis tersebut adalah: Doa yang disertai keputusasaan atau keraguan, sebenarnya itu bukan doa. Karena itu sebenarnya memohon sesuatu yang tidak diketahui dan tidak dikehendaki.

Rasulullah saw bersabda:

“Berlindunglah kepada Allah dalam hajat-hajatmu dan mohonlah pejagaan dari Allah dalam bahaya-bahayamu, rendahkan dirimu di hadapan Allah dan berdoalah kepada-Nya. Sesungguhnya doa adalah inti ibadah. Tidak ada seorangpun mukmin yang berdoa kepada Allah kecuali Dia mengijbah doanya. Dia mensegerakannya di dunia atau menundanya di akhirat, mengampuni dosa-dosanya sesuai dengan kadar doanya walaupun ia tidak memohon ampunan dosa.” .(kitab ‘Uddatud da’i)

Dalam wasiat kepada puteranya Al-Husein (sa) Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Kemudian Allah menjadikan di tanganmu kunci-kunci khazanah-Nya dengan permohonan yang telah Dia izinkan bagimu. Kapan saja kamu inginkan, mohonlah dibukakan pintu-pintu nikmat-Nya dengan doa dan mohonlah curahan rahmat-Nya. Janganlah penundaan ijabah-Nya menjadikanmu putus asa, karena sesungguhnya pemberian-Nya sesuai dengan kadar niat. Kadang-kadang ijabah-Nya diakhirkan bagimu, ia menjadi pahala yang lebih besar bagi orang yang bermohon dan menjadi pemberian yang lebih banyak bagi yang menginginkan. Kadang-kadang kamu memohon sesuatu lalu kamu tidak diberi atau diberi sesuatu yang lebih baik darinya, cepat atau lambat; atau pemberian itu dibelokkan darimu karena itu lebih baik bagimu. Betapa banyak urusan yang kamu harapkan, di dalamnya terdapat sesuatu yang merusak agamamu sekiranya itu diberikan padamu. Maka hendaknya kamu memohon sesuatu yang keindahannya abadi bagimu dan bahayanya dijauhkan darimu. Harta itu tidak kekal bagimu dan kamu tidak kekal bersamanya.” (Nahjul Balaghah)

Maksud hadis tersebut: Doa dan ijabah punya kesesuaian.

Permohonan harus sesuai dengan keyakinan hati. Apa yang diinginkan harus sesuai dengan keinginan nurani. Iniah doa yang diijabah dan permohonan yang dianugerahi.
Karena ucapan lisan, sekalipun indah, sering menyalahi tuntutan batin, keinginan khayali sering bertabrakan dengan dambaan nurani.

Ijabah yang ditunda di dunia atau di akhirat, pemberian yang diganti dengan sesuatu yang lain di dunia atau di akhirat, menunjukkan ucapan lisan tidak sesuai dengan keinginan hati, tuntutan khayali dan syahwati bertabrakan dengan harapan nurani yang sejati.

Hal ini seperti anak kecil yang sedang sakit. Ketika diseruh minum obat yang pahit ia menolaknya, padahal ia ingin sehat. Fitrahnya ingin sehat dan ingin minum obat, tapi khayalinya ingin tetap sakit, karenanya menolak minum obat.

Seperti juga halnya orang yang ingin kenikmatan syahwati, ia belum tahu kalau kenikmatan itu mengandung bahaya pada diri, sementara nuraninya tahu bahwa kenikmatan membahayakan diri. Karena itu nuraninya memohon agar kenikmatan itu ditunda pemberiannya.

Demikian juga orang memperhatikan agamanya dan sangat perduli terhadapnya. Ketika ia memohon sesuatu yang di dalamnya mengandung bahaya pada agamanya, saat itu khayalinya belum mengetahuinya. Fitrah dan nuraninya memohon kepada Kekasihnya agar tidak mengijabah doanya atau menundanya atau mengganti dengan sesuatu yang lebih maslahat dan bermanfaat baginya.

Jadi, kita tidak boleh putus asa dan kecewa jika doa dan keinginan kita belum menjadi kenyataan, karena ada bagian dari diri kita yang sangat mencintai kita. Ia ingin kita selamat dari segala bahaya yang belum kita ketahui. Ia selalu mendoakan kita
Untuk keselamatan dan kebahagiaan hidup kita.. Ia punya cita-cita yang suci untuk kita, dambaan yang mulia untuk kehidupan kita. Ia ingin kita selamat di dunia dan akhirat. Ia ingin kita menjadi kekasih Allah dan Rasulnya. Dialah sebenarnya pendamping sejati dalam hidup kita. Dialah fitrah dan nurani kita

Lisan kita sering tergelincir dan pengetahuan khayali kita sering salah, sedangkan fitrah kita tak pernah tergelincir dan pengenalan nurani kita tak pernah salah.

Disarikan dari Tafsir Al-Mizan, Allamah Thabathaba’i, jilid 2: 37-38.

Uraian lebih detail berikut tek arab hadis2 tersebut, klik disini

Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, shalat2 sunnah, doa-doa pilihan, dan artikel2 Islami, foto tempat2 bersejarah, Asbabun Nuzul ayat2 dan hadis2 pilihan, klik di sini:
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com

Tafsir tematik, keutamaan surat2 dan ayat 2 Al-Qur’an:
http://tafsirtematis.wordpress.com

Audio shalawat tarhim, doa dan musik2 ruhani (mp3), dilengkapi tek dan terjemahan, klik di sini:
http://syamsuri149.multiply.com

Adab dan doa2 pilihan haji dan umroh, amalan praktis dan lainnya, klik di sini:
http://almushthafa.blogspot.com

Milis Keluarga Bahagia dan Shalat-doa: Amalan praktis, shalat2 sunnah, doa2 pilihan, artikel2 Islami, iklik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis Feng Shui Islami: rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini:
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Mobile Magazine, majalah iklan produk2 Hp dan elektronik. Alamat Redaksi: Jl. Tebet Timur Dalam VII E No. 17 Jakarta Selatan 12820. Phone : 62-21-835.2103. Download gratis klik di sini: http://www.mobile-indonesia.com

No comments:

Followers